Saturday, January 11, 2014

Naik Kelas


Dalam kehidupan ini pasang surut perasaan, emosi, harta benda atau bahkan iman pada keyakinan yang kita punya adalah sesuatu yang  memang sudah seharusnya terjadi. Kita hidup seperti sudah bersahabat dengan ujian, cobaan, permasalahan atau ada yang menyebutnya dengan tantangan. Sepertinya memang kita hidup untuk itu.

Suatu ketika saya tertimpa masalah yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai suatu titik yang tak saya inginkan, bahwa saya merasa tak kuat lagi, ingin menyerah, ternyata saya masih beruntung. Saya masih punya sahabat-sahabat yang bersedia menjadi katarsis, lebih dari itu mereka menguatkan saya. Sahabat saya bilang, “Tenang, sabar,… kamu itu mau naik kelas.”

Kalimat sederhana yang penuh makna, menguatkan, memunculkan harapan baru. Ketika saya sudah hampir putus harap, kalimat tulus itu menghadirkan kembali harapan yang indah. Saya akan melanjutkan hidup di “kelas” yang lebih tinggi, meskipun harus melewati serangkaian ujian yang bukan saja silih berganti tetapi serombongan datang seolah mereka sudah janjian untuk menemui saya. (thanks to you guys…)

Kalimat sederhana yang menginspirasi saya untuk meneruskan energi dari kalimat tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan shoulder to cry on, yang datang kepada saya. Dan ajaibnya, itu efektif meredakan tangis mereka, menghadirkan senyum mereka kembali dan mengubah keluhan menjadi do’a-do’a indah penuh harap.

Sahabat saya juga bilang, “Inda, jika kamu tidak bisa menemukan shoulder to cry on karena kesibukan teman-temanmu. Jangan takut, kamu masih menginjak bumi yang bisa kamu jadikan tempat sujud dan menangis kapan pun kamu perlukan.” Meskipun kadang saya tetap butuh teman, namun itu sebenarnya yang paling saya butuhkan. Kembalikan semua permasalahan hidup kepada yang mengatur hidup. Hidup kita bukanlah milik kita. Mengembalikan semua permasalahan kepada pemilik hidup, membuat kita kembali ringan menjalaninya.

Kita memiliki semua yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Mulai dari titik ini tak akan ada lagi jalan untuk mundur.

Selamat menikmati ujian naik “kelas” J

No comments:

Post a Comment