Dalam kehidupan ini pasang surut perasaan, emosi, harta
benda atau bahkan iman pada keyakinan yang kita punya adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi. Kita hidup
seperti sudah bersahabat dengan ujian, cobaan, permasalahan atau ada yang
menyebutnya dengan tantangan. Sepertinya memang kita hidup untuk itu.
Suatu ketika saya tertimpa masalah yang bertumpuk-tumpuk
hingga mencapai suatu titik yang tak saya inginkan, bahwa saya merasa tak kuat
lagi, ingin menyerah, ternyata saya masih beruntung. Saya masih punya
sahabat-sahabat yang bersedia menjadi katarsis, lebih dari itu mereka
menguatkan saya. Sahabat saya bilang, “Tenang, sabar,… kamu itu mau naik kelas.”
Kalimat sederhana yang penuh makna, menguatkan, memunculkan
harapan baru. Ketika saya sudah hampir putus harap, kalimat tulus itu
menghadirkan kembali harapan yang indah. Saya akan melanjutkan hidup di “kelas”
yang lebih tinggi, meskipun harus melewati serangkaian ujian yang bukan saja
silih berganti tetapi serombongan datang seolah mereka sudah janjian untuk
menemui saya. (thanks to you guys…)
Kalimat sederhana yang menginspirasi saya untuk meneruskan energi
dari kalimat tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan shoulder to cry on, yang datang kepada saya. Dan ajaibnya, itu
efektif meredakan tangis mereka, menghadirkan senyum mereka kembali dan
mengubah keluhan menjadi do’a-do’a indah penuh harap.
Sahabat saya juga bilang, “Inda, jika kamu tidak bisa
menemukan shoulder to cry on karena
kesibukan teman-temanmu. Jangan takut, kamu masih menginjak bumi yang bisa kamu
jadikan tempat sujud dan menangis kapan pun kamu perlukan.” Meskipun kadang saya
tetap butuh teman, namun itu sebenarnya yang paling saya butuhkan. Kembalikan
semua permasalahan hidup kepada yang mengatur hidup. Hidup kita bukanlah milik
kita. Mengembalikan semua permasalahan kepada pemilik hidup, membuat kita
kembali ringan menjalaninya.
Kita memiliki semua yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Mulai
dari titik ini tak akan ada lagi jalan untuk mundur.
Selamat menikmati ujian naik “kelas” J
No comments:
Post a Comment