Saturday, March 29, 2014

Review Buku: Marmut Merah Jambu









Baca judulnya aja udah bikin kita nyengir ngebayangin marmut lucu warnanya merah jambu pula.. hehehe. Buku lucu khas karya Raditya Dika yang menceritakan tentang cinta. Baik itu pengalaman teman-temannya, cinta menurut pengamatannya dan lebih banyak tentang perjalanan cintanya sendiri yang sebenarnya bisa dibilang tidak begitu mulus, bikin miris malah, tapi dia menyampaikannya dengan kelucuan khas Raditya Dika.

Kenapa saya pilih buku ini? Supaya review buku-nya tidak melulu buku serius terus, supaya bacanya ngga buku serius terus. Booklovers juga manusia, kadang serius, kadang mellow, kadang penuh humor kadang juga nyebelin, tapi itu bukan saya.. hehehe..

Sejujurnya saya agak bingung ngereview buku ini, karena isinya tentang bagaimana kisah seorang Dika tentang pengalamannya dan pengalaman orang-orang yang jatuh cinta diam-diam. Menceritakan pengalamannya menjadi detektif-detektifan yang berhasil membongkar sebuah kasus: misteri surat cinta ketua OSIS. Menceritakan bagaimana balada sunatan adiknya pun jadi cerita lucu di buku ini.

Percaya atau tidak, di buku ini ada panduan menghadapi cewek sehari-hari (tapi jangan dipercaya.. heheh). Dika juga menceritakan kisahnya ketika perjuangan memfilmkan bukunya, Kambing Jantan. Hingga kekonyolan (apa kedongkolannya ya) menjadi peran utama di film-nya sendiri tapi tidak begitu ‘diakui’ oleh orang-orang yang bertemu dengannya, karena pemeran utama biasanya tinggi, gede, ganteng, body okeh, dst, sedangkan diaa…

Lah akhirnya terceritakan juga ya apa isi buku itu, walopun saya tetep bingung bagaimana menceritakannya… Karena kalau saya yang cerita jadi ngga lucu, sedangkan di buku itu cerita sedih pun jadi lucu abizzzz… Obat stress banget deh pokoknya. Mending baca sendiri ^_^

@indaaja
join us on bookliciousclub.blogspot.com
 

Review Buku: Passion & Love in Fashionpreneurship






Sebuah buku yang saya minta dari seorang teman, agak maksa mintanya.. hehehe.. (thanks ya ^^). Sebuah buku karya Eva Sativa Nilawati yang membuka dan menambah wawasan kita tentang dunia bisnis di bidang fashion. Sebenarnya buku ini sudah agak lama dulu saya baca, namun karena ini menarik, menurut saya, ingin rasanya berbagi isi yang ada di dalamnya. Paling tidak saya juga menjadi mengulang sedikit banyak apa yang telah saya peroleh dari buku tersebut.

Perkembangan fashion seolah seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Kita tahu bahwa pusat fashion dunia adalah Paris. Kota tersebut menjadi acuan insane fashion dunia untuk mengikuti tren yang sedang in saat ini. Indonesia sendiri sudah sering disebut-sebut sebagai kiblatnya fashion busana muslim dunia, karena keragaman dan keunikan fashion muslim di Indonesia berkembang sangat pesat dan terus diperjuangkan oleh insan fashion Indonesia agar benar-benar yang menjadi kiblat dan pusat fashion muslim dunia. Karena negara tetangga gencar juga mengkampanyekan diri.

Fashion tidak hanya milik kalangan atas. Semua kalangan bisa memakai pakaian dan aksesoris dengan tren terbaru dan semua orang bisa tampil fashionable. Karena itulah bisnis fashion saat ini semakin menggiurkan dan memang menjanjikan. Di buku ini diberikan contoh beberapa tempat yang bisa dijadikan referensi untuk kulakan, antara lain: Pasar Tanah Abang, Pasar Pagi Mangga Dua, Thamrin City, Pasar Asemka, Sentra Tas Tajur, Tanggulangin Surabaya, Pusat pengrajin Cibaduyut, dsb.

Di buku ini dijelaskan tentang bagaimana menentukan jenis fashion yang akan dijual, seberapa besar peluangnya, menentukan lokasi penjualan dan bagaimana strategi penjualannya. Termasuk juga pilihan apakah bisnis fashion yang akan dipilih melalui jalur online atau offline, di buku ini dijelaskan perbedaan, keuntungan dan serba serbi yang ada di dalamnya. Selain itu diberikan pula ide peluang bisnis fashion yang mungkin bisa membantu dalam pemilihan bisnis di fashion ini apakah akan menjual pakaian, tas – dompet, sepatu – sandal, atau aksesoris lainnya.

Beberapa contoh profil orang-orang yang telah sukses di bidang fashion juga dijelaskan di buku ini beserta tips-tips tentang bagaimana meraih hati pelanggan dan bagaimana mengembangkan bisnis dari nol sampai menjadi bisnis yang besar.

Buku yang bagus untuk referensi dan bahan pertimbangan jika ingin masuk di dunia bisnis fashion.

@indaaja
join us bookliciousclub.blogspot.com
www.klinikfashion.com

Saturday, March 8, 2014

Review Buku: Notes From Qatar




Review saya kali ini jatuh pada buku Notes from Qatar, karya Muhammad Assad yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo dengan tebal 312 halaman. Sebenarnya sudah agak lama mulai aku baca, biasa... suka ganti-ganti buku kalo baca, tapi untuk Booklicious aku tekadkan untuk menyelesaikan NFQ terlebih dahulu. Ngga sabar pengen segera berbagi isinya yang sangat luar biasa menginspirasi. Semoga dengan sekelumit review ini bisa turut menginspirasi, meskipun ga bisa seTOTAL jika baca sendiri bukunya. (boleh pinjem kalo mau)
Notes Form Qatar (#NFQ) berisi kumpulan tulisan dari blog Assad. Salah satu bab di buku #NFQ ini berjudul "3P's Secret for Scholarship Hunter" yang menceritakan tentang perjuangan si penulis untuk mendapatkan beasiswa  yang dia impikan. Perjuangan tersebut tidaklah mulus, namun penuh tantangan, rintangan dan tak hanya sekali mengalami kegagalan. Dia terus bangkit dan kembali berjuang pantang menyerah dengan mengandalkan Nilai 3P's yaitu Positive, Persistence dan Pray. 

Nilai positive yang dimaksud adalah berfikir positif. “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku.” Niat yang positif akan membuat langkah kita selanjutnya menjadi positif juga. Berfikir positif tidak hanya di saat awal, namun hingga akhir tujuan tercapai. Nilai kedua adalah persistence, terus menerus berusaha dan tidak kenal kata menyerah. Kalo gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi, dst hingga berhasil.

The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” –Nelson Mandela-

Dan P yang ketiga adalah Pray, doa adalah senjata orang beriman. “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” Jika Tuhan sendiri yang berjanji mengabulkan doa-doa kita, apa yang perlu kita kuatirkan?

Di bab lain ditegaskan, dipaparkan dan dicontohkan dengan pengalaman-pengalamannya penulis tentang kedahsyatan sedekah. Dengan bersedekah dia bisa mendapatkan tiket VVIP nonton bola Gratis! Dengan bersedekah dia mendapatkan penerbangan kelas bisnis dengan harga ekonomi, dan banyak lagi. Banyak ahli yang telah mengupas tuntas tentang hikmah sedekah, tentang apa dan bagaimana serta berbagi pengalaman-pengalaman menakjubkan terkait sedekah. Aku tidak akan mengulasnya lagi. Just do it!

Di buku ini juga dipaparkan mengenai kepatuhan seorang hamba dengan berqurban, tentang misteri jodoh dan menikah muda, ajakan menjadi entrepreneur, emansipasi wanita, adversity quotient (kecerdasan yang berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap ujian) dan masih banyak lagi yang semuanya sangat bermanfaat bagi pembacanya. Penulis memaparkannya dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti, kadang berisi guyonan yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, kadang juga berasa #makjleb langsung kena. Hehehe

There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to grow. –Assad-


Ayo terus membaca!
Join bookliciousclub.blogspot.com membaca makin asik!


@indaaja