Saturday, March 29, 2014

Review Buku: Marmut Merah Jambu









Baca judulnya aja udah bikin kita nyengir ngebayangin marmut lucu warnanya merah jambu pula.. hehehe. Buku lucu khas karya Raditya Dika yang menceritakan tentang cinta. Baik itu pengalaman teman-temannya, cinta menurut pengamatannya dan lebih banyak tentang perjalanan cintanya sendiri yang sebenarnya bisa dibilang tidak begitu mulus, bikin miris malah, tapi dia menyampaikannya dengan kelucuan khas Raditya Dika.

Kenapa saya pilih buku ini? Supaya review buku-nya tidak melulu buku serius terus, supaya bacanya ngga buku serius terus. Booklovers juga manusia, kadang serius, kadang mellow, kadang penuh humor kadang juga nyebelin, tapi itu bukan saya.. hehehe..

Sejujurnya saya agak bingung ngereview buku ini, karena isinya tentang bagaimana kisah seorang Dika tentang pengalamannya dan pengalaman orang-orang yang jatuh cinta diam-diam. Menceritakan pengalamannya menjadi detektif-detektifan yang berhasil membongkar sebuah kasus: misteri surat cinta ketua OSIS. Menceritakan bagaimana balada sunatan adiknya pun jadi cerita lucu di buku ini.

Percaya atau tidak, di buku ini ada panduan menghadapi cewek sehari-hari (tapi jangan dipercaya.. heheh). Dika juga menceritakan kisahnya ketika perjuangan memfilmkan bukunya, Kambing Jantan. Hingga kekonyolan (apa kedongkolannya ya) menjadi peran utama di film-nya sendiri tapi tidak begitu ‘diakui’ oleh orang-orang yang bertemu dengannya, karena pemeran utama biasanya tinggi, gede, ganteng, body okeh, dst, sedangkan diaa…

Lah akhirnya terceritakan juga ya apa isi buku itu, walopun saya tetep bingung bagaimana menceritakannya… Karena kalau saya yang cerita jadi ngga lucu, sedangkan di buku itu cerita sedih pun jadi lucu abizzzz… Obat stress banget deh pokoknya. Mending baca sendiri ^_^

@indaaja
join us on bookliciousclub.blogspot.com
 

Review Buku: Passion & Love in Fashionpreneurship






Sebuah buku yang saya minta dari seorang teman, agak maksa mintanya.. hehehe.. (thanks ya ^^). Sebuah buku karya Eva Sativa Nilawati yang membuka dan menambah wawasan kita tentang dunia bisnis di bidang fashion. Sebenarnya buku ini sudah agak lama dulu saya baca, namun karena ini menarik, menurut saya, ingin rasanya berbagi isi yang ada di dalamnya. Paling tidak saya juga menjadi mengulang sedikit banyak apa yang telah saya peroleh dari buku tersebut.

Perkembangan fashion seolah seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Kita tahu bahwa pusat fashion dunia adalah Paris. Kota tersebut menjadi acuan insane fashion dunia untuk mengikuti tren yang sedang in saat ini. Indonesia sendiri sudah sering disebut-sebut sebagai kiblatnya fashion busana muslim dunia, karena keragaman dan keunikan fashion muslim di Indonesia berkembang sangat pesat dan terus diperjuangkan oleh insan fashion Indonesia agar benar-benar yang menjadi kiblat dan pusat fashion muslim dunia. Karena negara tetangga gencar juga mengkampanyekan diri.

Fashion tidak hanya milik kalangan atas. Semua kalangan bisa memakai pakaian dan aksesoris dengan tren terbaru dan semua orang bisa tampil fashionable. Karena itulah bisnis fashion saat ini semakin menggiurkan dan memang menjanjikan. Di buku ini diberikan contoh beberapa tempat yang bisa dijadikan referensi untuk kulakan, antara lain: Pasar Tanah Abang, Pasar Pagi Mangga Dua, Thamrin City, Pasar Asemka, Sentra Tas Tajur, Tanggulangin Surabaya, Pusat pengrajin Cibaduyut, dsb.

Di buku ini dijelaskan tentang bagaimana menentukan jenis fashion yang akan dijual, seberapa besar peluangnya, menentukan lokasi penjualan dan bagaimana strategi penjualannya. Termasuk juga pilihan apakah bisnis fashion yang akan dipilih melalui jalur online atau offline, di buku ini dijelaskan perbedaan, keuntungan dan serba serbi yang ada di dalamnya. Selain itu diberikan pula ide peluang bisnis fashion yang mungkin bisa membantu dalam pemilihan bisnis di fashion ini apakah akan menjual pakaian, tas – dompet, sepatu – sandal, atau aksesoris lainnya.

Beberapa contoh profil orang-orang yang telah sukses di bidang fashion juga dijelaskan di buku ini beserta tips-tips tentang bagaimana meraih hati pelanggan dan bagaimana mengembangkan bisnis dari nol sampai menjadi bisnis yang besar.

Buku yang bagus untuk referensi dan bahan pertimbangan jika ingin masuk di dunia bisnis fashion.

@indaaja
join us bookliciousclub.blogspot.com
www.klinikfashion.com

Saturday, March 8, 2014

Review Buku: Notes From Qatar




Review saya kali ini jatuh pada buku Notes from Qatar, karya Muhammad Assad yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo dengan tebal 312 halaman. Sebenarnya sudah agak lama mulai aku baca, biasa... suka ganti-ganti buku kalo baca, tapi untuk Booklicious aku tekadkan untuk menyelesaikan NFQ terlebih dahulu. Ngga sabar pengen segera berbagi isinya yang sangat luar biasa menginspirasi. Semoga dengan sekelumit review ini bisa turut menginspirasi, meskipun ga bisa seTOTAL jika baca sendiri bukunya. (boleh pinjem kalo mau)
Notes Form Qatar (#NFQ) berisi kumpulan tulisan dari blog Assad. Salah satu bab di buku #NFQ ini berjudul "3P's Secret for Scholarship Hunter" yang menceritakan tentang perjuangan si penulis untuk mendapatkan beasiswa  yang dia impikan. Perjuangan tersebut tidaklah mulus, namun penuh tantangan, rintangan dan tak hanya sekali mengalami kegagalan. Dia terus bangkit dan kembali berjuang pantang menyerah dengan mengandalkan Nilai 3P's yaitu Positive, Persistence dan Pray. 

Nilai positive yang dimaksud adalah berfikir positif. “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku.” Niat yang positif akan membuat langkah kita selanjutnya menjadi positif juga. Berfikir positif tidak hanya di saat awal, namun hingga akhir tujuan tercapai. Nilai kedua adalah persistence, terus menerus berusaha dan tidak kenal kata menyerah. Kalo gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi, dst hingga berhasil.

The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” –Nelson Mandela-

Dan P yang ketiga adalah Pray, doa adalah senjata orang beriman. “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” Jika Tuhan sendiri yang berjanji mengabulkan doa-doa kita, apa yang perlu kita kuatirkan?

Di bab lain ditegaskan, dipaparkan dan dicontohkan dengan pengalaman-pengalamannya penulis tentang kedahsyatan sedekah. Dengan bersedekah dia bisa mendapatkan tiket VVIP nonton bola Gratis! Dengan bersedekah dia mendapatkan penerbangan kelas bisnis dengan harga ekonomi, dan banyak lagi. Banyak ahli yang telah mengupas tuntas tentang hikmah sedekah, tentang apa dan bagaimana serta berbagi pengalaman-pengalaman menakjubkan terkait sedekah. Aku tidak akan mengulasnya lagi. Just do it!

Di buku ini juga dipaparkan mengenai kepatuhan seorang hamba dengan berqurban, tentang misteri jodoh dan menikah muda, ajakan menjadi entrepreneur, emansipasi wanita, adversity quotient (kecerdasan yang berkaitan dengan ketahanan seseorang terhadap ujian) dan masih banyak lagi yang semuanya sangat bermanfaat bagi pembacanya. Penulis memaparkannya dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti, kadang berisi guyonan yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, kadang juga berasa #makjleb langsung kena. Hehehe

There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to grow. –Assad-


Ayo terus membaca!
Join bookliciousclub.blogspot.com membaca makin asik!


@indaaja


Friday, February 28, 2014

Akhir Pekanku


Ini cerita akhir pekanku kemarin (22-23 Februari 2014), baru sempat di posting ^_^

Kadang-kadang weekend di rumah aja itu lebih bermanfaat dan lebih membuatku bersemangat, karena aku bisa menyalurkan energiku untuk mendongkrak kreativitas, menyalurkan hobi. Kemarin itu de Andra bersikeras minta dibelikan bando cantik yang ada rumbainya di belakang, seperti mahkota pengantin bergaya Eropa yang harganya tak masuk akal mahalnya bagiku. Akhirnya keluar ajian rayuan ke de Andra supaya beralih dari benda tersebut, dengan kesepakatan aku akan membuatkan bando seperti itu besok (hari Sabtu) di rumah. Alhamdulillah berhasil. (fotonya menyusul yaa.. bocahnya lagi susah difoto)

Selanjutnyaah...
Hari minggunya daripada mati gaya aku bongkar-bongkar lemari bahan. Aku punya lemari kecil khusus buat menyimpan bahan-bahan. Munculnya ide design bisa muncul tiba-tiba atau bisa distimulasi dengan menggelar bahan-bahan yang sudah ada. Nah, pada saat bongkar-bongkar itu aku menemukan batik lucu pemberian temen-temen. Batik Bali dan Batik Jogja.

Ini Batik Bali-nya
(Foto-fotonya bisa diklik untuk memperbesar)


Ini Batik yang dari Jogja


Batik Jogjanya langsung berhasil jadi potongan-potongan kain dan sudah siap untuk dijahit. Belum ada sketsa design bajunya, tapi sudah dipotong-potong, bahkan sudah dapat jodoh kombinasi kain lurik yang unik. (karena sketsa belum dibuat, foto design dan foto jadinya menyusul juga yah. Banyak pe-er deh jadinya) Yah begitulah. Sesuatu yang tidak berurutan itu bagiku lebih menyenangkan.

Tapi Batik Bali-nyaaa... Dapat inspirasi design cardigan sleeveless yang longgar dengan detail capuchon. Ini dia sketsa design-nya.


Truuuss... jadinya seperti di foto ini. Taraaaaa.....





Ga berani komentar hasil karya sendiri.. Silakan yang mau komentar langsung maupun tak langsung, serial maupun paralel terserah... ^_^

@indaaja
@IDnumee

Review Buku: Brida



Review novel  : Brida
Penulis             : Paulo Coelho
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Pada awal saya mau memulai baca novel “Brida” ini, sejenak saya tertegun melihat covernya. Tiba-tiba saya teringat suatu ketika saya sedang… #ahsudahlah (…sedang kreatif heheh), saya pernah membuat sketch seorang wanita yang menghadap ke belakang seolah membelakangi yang melihat dan menatap lurus ke depan ke tempat yang ia tuju. Posisi dan “ide”nya sama dengan cover novel ini. Check this out!


Novel ini sudah saya beli sejak lama, namun baru disempatkan membacanya minggu ini. Seperti judulnya, novel ini bercerita tentang perjalanan kehidupan seorang wanita bernama Brida, berusia 20 tahun, mahasiswi dan pekerja. Brida berusaha mencari Guru untuk menemukan dan mengasah Bakat-nya sebagai seorang penyihir, ilmu yang menghubungkan antara dunia kasat mata dengan yang tak kasat mata.

Dalam pencariannya dengan sengaja dia mendatangi seorang Guru yang tinggal menyendiri di tengah hutan. Guru itu bernama Magus dan darinya Brida belajar tentang Tradisi Matahari, menaklukkan Malam Kelam, tentang keberanian. Magus mengajarinya bukan dengan cara ceramah atau bercerita, tapi dengan mengalaminya sendiri. Pesan Magus pada Brida bahwa ketika ia sudah menemukan jalannya, Brida tidak boleh takut, Brida harus berani untuk melakukan kesalahan, berani menghadapi kekecewaan, kekalahan dan keputusasaan. Dan Brida harus berani melanjutkan perjalanannya meskipun dia akan menemui semua perasaan tersebut.



Setelah berhasil menumbuhkan keberanian yang diajarkan oleh Magus, Brida pergi ke sebuah toko buku bertema okultisme, yang tak pernah mengiklankan tokonya di media manapun, namun orang-orang berdatangan karena rekomendasi dari orang lain. Dan kedatangan Brida tak begitu dihiraukan oleh pemilik toko yang sedang sibuk dan segera berubah menjadi baik ketika Brida menghampiri dan bercerita kepadanya bahwa dia telah diterima menjadi murid Magus. Bahkan pemilik toko itu merekomendasikan sebuah nomor telpon untuk dihubungi, nomor Wicca, yang menjadi Guru bagi Brida selanjutnya.

Sama seperti Magus, Wicca juga tak banyak bicara ketika memberikan ‘ilmu’nya. Brida harus mengalaminya sendiri, mempraktekkannya langsung, rutin setiap hari, hingga sampai pada suatu titik dia mengerti apa yang diajarkan. Wicca mengajarkan Tradisi Bulan dan Brida merasa lebih cocok dengan ilmu yang diajarkan Wicca, dan dia mendalaminya. Meskipun, entah kenapa, ketika dia merasa kesulitan atau apapun, dia selalu kembali pergi ke Magus dan menjadi tenang kembali setelah bertemu dengannya.

Sejalan dengan bertambahnya ilmu yang dikuasai Brida, akhirnya dia bisa melihat cahaya di pundak kiri Pasangan Jiwa-nya, dia adalah Magus. Magus sudah mengetahuinya sejak pertama mereka bertemu, namun membiarkan Brida mempelajari dan mengalaminya sendiri. Ketika Brida tau bahwa ternyata Magus adalah Pasangan Jiwa-nya, dia sudah memiliki seorang kekasih bernama Lorens.

Pada akhir cerita, Brida berhasil mencapai malam inisiasi atau ‘penobatan’ dirinya sebagai seorang ahli sihir Tradisi Bulan dan memilih hidup bersama Lorens yang sangat mencintai dan dicintainya.

Novel ini sarat akan pelajaran kehidupan yang dikiaskan dengan cerita fiksi yang menarik. Paulo Coelho selalu bisa membuat pembacanya memiliki “film” sendiri ketika membaca kisah yang diceritakan di buku-bukunya. Dan dia menghormati “film-film” pembacanya dengan tidak pernah menerima tawaran untuk mem-film-kan novelnya.



Happy reading,


@indaaja
bookliciousclub.blogspot.com

Saturday, February 15, 2014

Review Buku: Womanology




Penulis: Yuswohady,
              Dyah Hasto Palupi dan
              Teguh Sri Pambudi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Womanology, secara bahasa berarti ilmu pengetahuan tentang wanita. Mengapa saya tertarik padahal saya sendiri seorang wanita? Bukaaan… sama sekali bukan karena saya sudah berubah orientasi menjadi pencinta wanita. Saya masih normal. Hehehe. Judul utamanya sangat menarik, judul selanjutnya tak kalah menarik: “The Art of Marketing to Woman”. Saking saya tertariknya, saya langsung menawar buku ini dengan harga paling tinggi di antara penawar yg lain di sebuah "Garage Sale for Charity" yang digelar RUMI untuk para korban banjir. Selain niat mau bantu, saya ga mau repot nyari-nyari buku ini lagi di luar sana. Udah di depan mata, ambil aja.

Pembelian buku ini terkait dengan usaha saya untuk merintis brand saya sendiri “numee”. (Tentang numee nanti saya ceritakan terpisah di blog ini). Saya harus banyak belajar marketing, terutama pada wanita (ini juga mengandung banyak alasan, namun ini tentang Womanology, bukan tentang saya atau numee ^^).  Sesuai dengan isi buku Womanology, memberikan banyak ilmu tentang strategi pemasaran kepada wanita, yang sebenarnya bisa juga diterapkan untuk segmen pria, untuk siapa saja.

Buku ini lahir dari hasil riset panjang dan mendalam selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh para penulis untuk menggali berbagai marketing wisdom dari perusahaan besar Martha Tilaar Group (MTG) yang telah menelan pahit manisnya mengelola merk-merk yang dilahirkannya. Tak tanggung-tanggung, MTG sudah memiliki pengalaman selama 40 tahun mengelola merk-merknya, yang sudah pasti sarat dengan ilmu dan strategi menarik yang bisa kita ambil.

Dari hasil riset tersebut para penulis merumuskannya menjadi 5 unsur dasar Womanology, yang dibuat menjadi sebuah model yang disebut “The Diamond Model of Womanology”. Seperti sudut-sudut sebuah diamond yang ada 5, Womanology memiliki 5 unsur, yaitu connection, care, value, emphaty dan trust. 5 unsur inilah kunci yang harus diperhatikan untuk menaklukkan dan memenangkan hati wanita. (Semoga saya ga salah menerapkan… hahaha)



Secara singkat 5 elemen kunci “The Diamond of Womanology” jika diuraikan, seperti ini:
  1. Connection: bangun hubungan emotional yang tulus. Bangun hubungan brand dengannya dan hubungkan dia dengan yang lainnya, sesama pecinta brand kita. Wanita memilih sebuah brand untuk membentuk emotional connection dengan brand tersebut. Wanita memilih karena menyukai brand-nya, menemukan “kesamaan” dan dapat meng-koneksikan dirinya dengan brand tersebut.
  2. Care: wanita suka diperhatikan, wanita suka didengarkan, wanita suka dimengerti. Pria juga. Siapa yang tidak? Jadi ini memang jurus ampuh strategi pemasaran kepada siapapun.
  3. Value: wanita adalah customer yang sangat value-oriented. Dia sangat memperhatikan nilai apa yang bisa diperoleh dari membeli sebuah produk dan bersamaan itu juga dia memikirkan seberapa besar dia bayar, seberapa banyak yang dia dapat. Tak hanya kegunaan produk, tapi produk itu harus memiliki benefit lebih supaya terus menjadi pilihan wanita.
  4. Empathy: sebagai suatu bentuk kelebihan wanita, brand bisa menunjukkan empati terhadapnya akan jadi pemenang hatinya. Di sinilah kreatifitas dan kepekaan suatu brand ditantang untuk tak hanya memikirkan profit, tapi juga untuk berempati terhadap wanita, terhadap masyarakat sekitarnya atau seluas-luasnya.
  5. Trust: ini adalah elemen terpenting dalam pemasaran ke wanita. Karena tanpa kepercayaan yang melandasi customer wanita mau membeli dan menjalin relationship dengan brand kita. Bangun kepercayaan dengan memberikan apa yang telah dijanjikan, walk the talk dan never over promise. Karena sekali kepercayaan wanita terhadap brand kita terkoyak, hampir mustahil membuatnya percaya lagi.

Buku setebal 396 halaman itu selain telah mempermudah kita menemukan kunci penting pelajaran berharga dari perjalanan panjang MTG dengan “The Diamond of Womanology”-nya, di sana juga dijelaskan secara rinci banyak pelajaran berharga dari MTG dalam strategi-strategi pemasaran. Bagaimana MTG tidak hanya survive di kala krisis tapi malah makin bercahaya, bagaimana kepekaan MTG dalam mengambil peluang, bagaimana MTG tidak hanya melulu memikirkan profit tapi juga sekaligus memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang, dan masih buaanyak lagi. Gak bakalan rugi membacanya untuk membangun brand kita, apa pun jenis brand-nya.. ^_^

Happy reading,

Join us on BookliciousClub.blogspot.com

Thursday, January 30, 2014

Ketulusan Peran



Keseharian kita melakukan tugas dari peran masing-masing, bekerja, kuliah, sekolah, mengurus anak-anak atau kegiatan lainnya. Selesai itu melanjutkan peran yang lain sebagai anak, sebagai teman, istri atau suami, kekasih, anggota masyarakat atau hanya menjadi diri sendiri. Semua dari diri kita memiliki lebih dari satu peran. Setiap hari kita melakukan hal-hal terkait dengan peran itu dengan sengaja, sebagai suatu tanggung jawab dari sebuah pilihan. Baik peran itu memang benar-benar peran itu pilihan kita, karena dipilihkan seseorang, atau bahkan given.

Kita disebut pegawai karena kita bekerja pada seseorang atau pada sebuah perusahaan. Kita disebut pengusaha karena kita melakukan sesuatu dan berusaha untuk mendapatkan hasil atau tujuan kita. Kita disebut penulis karena kita menghasikan sebuah tulisan. Kita disebut orang tua karena kita yang mengasuh anak-anak. Kita dianggap teman lama karena sudah lama kenal dan berbagi bersama sejak sekian lama, atau teman baru karena baru kenal sudah saling cocok yang akhirnya berteman. Dan seterusnya.

Kita adalah apa yang kita lakukan, kita adalah apa yang kita perankan, dari manapun asalnya peran itu. Ketulusan, kesungguhan, kejujuran, kegigihan dan besarnya cinta kita terhadap peran, sangat mempengaruhi hasilnya. Begitu juga sebaliknya ketika kita penuh kepura-puraan, tidak peduli, tidak menghadirkan hati atau kepalsuan lainnya, maka kepada apa atau siapa kita berkaitan, itu akan merasakannya. Itu akan mempengaruhinya.
Hubungan kita terhadap sesuatu adalah cerminan dari diri kita. Aksi sama dengan reaksi. Hukum kekekalan energi. Ketika kita memperlakukan buruk seseorang, tidak mungkin kita bisa mengharapkan perlakuan baik darinya. Ketika kita semena-mena terhadap alam, jangan harap semesta akan bersahabat dengan kita. Dan tak perlu khawatir ketika kita berbuat baik, berbagi, menebarkan cinta, menanamkan kasih sayang dan persahabatan, semuanya akan kembali ke kita. Dalam wujud yang sama persis atau berbeda bentuk tapi senilai, bahkan dengan nilai berlipat ganda.

Ketulusan menjalankan peran akan meringankan langkah untuk menjalaninya. Cinta yang disertakan dalam peran akan mengantarkan pada hasil yang luar biasa. Dan ketulusan cinta yang memang berasal dari hati, akan langsung merasuk ke hati.

It's our choice: menjalankan peran sepenuh hati atau melakukannya dengan penuh kepura-puraan sampai mati.

Saturday, January 11, 2014

Naik Kelas


Dalam kehidupan ini pasang surut perasaan, emosi, harta benda atau bahkan iman pada keyakinan yang kita punya adalah sesuatu yang  memang sudah seharusnya terjadi. Kita hidup seperti sudah bersahabat dengan ujian, cobaan, permasalahan atau ada yang menyebutnya dengan tantangan. Sepertinya memang kita hidup untuk itu.

Suatu ketika saya tertimpa masalah yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai suatu titik yang tak saya inginkan, bahwa saya merasa tak kuat lagi, ingin menyerah, ternyata saya masih beruntung. Saya masih punya sahabat-sahabat yang bersedia menjadi katarsis, lebih dari itu mereka menguatkan saya. Sahabat saya bilang, “Tenang, sabar,… kamu itu mau naik kelas.”

Kalimat sederhana yang penuh makna, menguatkan, memunculkan harapan baru. Ketika saya sudah hampir putus harap, kalimat tulus itu menghadirkan kembali harapan yang indah. Saya akan melanjutkan hidup di “kelas” yang lebih tinggi, meskipun harus melewati serangkaian ujian yang bukan saja silih berganti tetapi serombongan datang seolah mereka sudah janjian untuk menemui saya. (thanks to you guys…)

Kalimat sederhana yang menginspirasi saya untuk meneruskan energi dari kalimat tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan shoulder to cry on, yang datang kepada saya. Dan ajaibnya, itu efektif meredakan tangis mereka, menghadirkan senyum mereka kembali dan mengubah keluhan menjadi do’a-do’a indah penuh harap.

Sahabat saya juga bilang, “Inda, jika kamu tidak bisa menemukan shoulder to cry on karena kesibukan teman-temanmu. Jangan takut, kamu masih menginjak bumi yang bisa kamu jadikan tempat sujud dan menangis kapan pun kamu perlukan.” Meskipun kadang saya tetap butuh teman, namun itu sebenarnya yang paling saya butuhkan. Kembalikan semua permasalahan hidup kepada yang mengatur hidup. Hidup kita bukanlah milik kita. Mengembalikan semua permasalahan kepada pemilik hidup, membuat kita kembali ringan menjalaninya.

Kita memiliki semua yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Mulai dari titik ini tak akan ada lagi jalan untuk mundur.

Selamat menikmati ujian naik “kelas” J