Saat ini saya sedang membaca buku praktis dan sampai pada bagian membuat posting di blog yang efektif. Karena buku praktis, jadilah saat ini saya langsung praktek mem-posting di blog yang sudah lama sekali tidak saya sentuh ini. Thanks to this book, saya jadi menulis lagi.
Mau tau buku praktis apa yang saya baca? Nanti ya.. hehehe..
Saya belum selesai membacanya.
Inda Fatmasari
Wednesday, February 3, 2016
Saturday, March 29, 2014
Review Buku: Marmut Merah Jambu
Baca judulnya aja udah bikin kita nyengir ngebayangin marmut
lucu warnanya merah jambu pula.. hehehe. Buku lucu khas karya Raditya Dika yang
menceritakan tentang cinta. Baik itu pengalaman teman-temannya, cinta menurut
pengamatannya dan lebih banyak tentang perjalanan cintanya sendiri yang
sebenarnya bisa dibilang tidak begitu mulus, bikin miris malah, tapi dia
menyampaikannya dengan kelucuan khas Raditya Dika.
Kenapa saya pilih buku ini? Supaya review buku-nya tidak
melulu buku serius terus, supaya bacanya ngga buku serius terus. Booklovers
juga manusia, kadang serius, kadang mellow, kadang penuh humor kadang juga
nyebelin, tapi itu bukan saya.. hehehe..
Sejujurnya saya agak bingung ngereview buku ini, karena
isinya tentang bagaimana kisah seorang Dika tentang pengalamannya dan
pengalaman orang-orang yang jatuh cinta diam-diam. Menceritakan pengalamannya
menjadi detektif-detektifan yang berhasil membongkar sebuah kasus: misteri
surat cinta ketua OSIS. Menceritakan bagaimana balada sunatan adiknya pun jadi
cerita lucu di buku ini.
Percaya atau tidak, di buku ini ada panduan menghadapi cewek
sehari-hari (tapi jangan dipercaya.. heheh). Dika juga menceritakan kisahnya
ketika perjuangan memfilmkan bukunya, Kambing Jantan. Hingga kekonyolan (apa
kedongkolannya ya) menjadi peran utama di film-nya sendiri tapi tidak begitu ‘diakui’
oleh orang-orang yang bertemu dengannya, karena pemeran utama biasanya tinggi,
gede, ganteng, body okeh, dst, sedangkan diaa…
Lah akhirnya terceritakan juga ya apa isi buku itu, walopun
saya tetep bingung bagaimana menceritakannya… Karena kalau saya yang cerita
jadi ngga lucu, sedangkan di buku itu cerita sedih pun jadi lucu abizzzz… Obat
stress banget deh pokoknya. Mending baca sendiri ^_^
@indaaja
join us on bookliciousclub.blogspot.com
Review Buku: Passion & Love in Fashionpreneurship
Sebuah buku yang saya minta dari seorang teman, agak maksa
mintanya.. hehehe.. (thanks ya ^^). Sebuah buku karya Eva Sativa Nilawati yang
membuka dan menambah wawasan kita tentang dunia bisnis di bidang fashion.
Sebenarnya buku ini sudah agak lama dulu saya baca, namun karena ini menarik,
menurut saya, ingin rasanya berbagi isi yang ada di dalamnya. Paling tidak saya
juga menjadi mengulang sedikit banyak apa yang telah saya peroleh dari buku
tersebut.
Perkembangan fashion seolah seiring dengan pesatnya
perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Kita tahu bahwa pusat fashion
dunia adalah Paris. Kota tersebut menjadi acuan insane fashion dunia untuk
mengikuti tren yang sedang in saat ini. Indonesia sendiri sudah sering
disebut-sebut sebagai kiblatnya fashion busana muslim dunia, karena keragaman
dan keunikan fashion muslim di Indonesia berkembang sangat pesat dan terus
diperjuangkan oleh insan fashion Indonesia agar benar-benar yang menjadi kiblat
dan pusat fashion muslim dunia. Karena negara tetangga gencar juga
mengkampanyekan diri.
Fashion tidak hanya milik kalangan atas. Semua kalangan bisa
memakai pakaian dan aksesoris dengan tren terbaru dan semua orang bisa tampil
fashionable. Karena itulah bisnis fashion saat ini semakin menggiurkan dan
memang menjanjikan. Di buku ini diberikan contoh beberapa tempat yang bisa
dijadikan referensi untuk kulakan, antara lain: Pasar Tanah Abang, Pasar Pagi
Mangga Dua, Thamrin City, Pasar Asemka, Sentra Tas Tajur, Tanggulangin
Surabaya, Pusat pengrajin Cibaduyut, dsb.
Di buku ini dijelaskan tentang bagaimana menentukan jenis
fashion yang akan dijual, seberapa besar peluangnya, menentukan lokasi
penjualan dan bagaimana strategi penjualannya. Termasuk juga pilihan apakah bisnis
fashion yang akan dipilih melalui jalur online atau offline, di buku ini
dijelaskan perbedaan, keuntungan dan serba serbi yang ada di dalamnya. Selain
itu diberikan pula ide peluang bisnis fashion yang mungkin bisa membantu dalam
pemilihan bisnis di fashion ini apakah akan menjual pakaian, tas – dompet,
sepatu – sandal, atau aksesoris lainnya.
Beberapa contoh profil orang-orang yang telah sukses di
bidang fashion juga dijelaskan di buku ini beserta tips-tips tentang bagaimana
meraih hati pelanggan dan bagaimana mengembangkan bisnis dari nol sampai
menjadi bisnis yang besar.
Buku yang bagus untuk referensi dan bahan pertimbangan jika
ingin masuk di dunia bisnis fashion.
@indaaja
join us bookliciousclub.blogspot.com
www.klinikfashion.com
Saturday, March 8, 2014
Review Buku: Notes From Qatar
Review saya kali ini jatuh pada buku Notes from Qatar, karya Muhammad Assad yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo dengan tebal 312 halaman. Sebenarnya sudah agak lama mulai aku baca, biasa... suka ganti-ganti buku kalo baca, tapi untuk Booklicious aku tekadkan untuk menyelesaikan NFQ terlebih dahulu. Ngga sabar pengen segera berbagi isinya yang sangat luar biasa menginspirasi. Semoga dengan sekelumit review ini bisa turut menginspirasi, meskipun ga bisa seTOTAL jika baca sendiri bukunya. (boleh pinjem kalo mau)
Notes Form Qatar (#NFQ) berisi kumpulan tulisan dari blog Assad. Salah satu bab di buku #NFQ ini berjudul "3P's Secret for Scholarship Hunter" yang menceritakan tentang perjuangan si penulis untuk mendapatkan beasiswa yang dia impikan. Perjuangan tersebut tidaklah mulus, namun penuh tantangan, rintangan dan tak hanya sekali mengalami kegagalan. Dia terus bangkit dan kembali berjuang pantang menyerah dengan mengandalkan Nilai 3P's yaitu Positive, Persistence dan Pray.
Nilai
positive yang dimaksud adalah berfikir positif. “Aku adalah seperti apa yang
hamba-Ku sangkakan kepada-Ku.” Niat yang positif akan membuat langkah kita
selanjutnya menjadi positif juga. Berfikir positif tidak hanya di saat awal,
namun hingga akhir tujuan tercapai. Nilai kedua adalah persistence, terus
menerus berusaha dan tidak kenal kata menyerah. Kalo gagal, coba lagi. Gagal,
coba lagi, dst hingga berhasil.
“The greatest glory in living lies not in
never falling, but in rising every time we fall.” –Nelson Mandela-
Dan P
yang ketiga adalah Pray, doa adalah senjata orang beriman. “(Dan) Tuhanmu
berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” Jika Tuhan sendiri
yang berjanji mengabulkan doa-doa kita, apa yang perlu kita kuatirkan?
Di bab
lain ditegaskan, dipaparkan dan dicontohkan dengan pengalaman-pengalamannya
penulis tentang kedahsyatan sedekah. Dengan bersedekah dia bisa mendapatkan
tiket VVIP nonton bola Gratis! Dengan bersedekah dia mendapatkan penerbangan
kelas bisnis dengan harga ekonomi, dan banyak lagi. Banyak ahli yang telah
mengupas tuntas tentang hikmah sedekah, tentang apa dan bagaimana serta berbagi
pengalaman-pengalaman menakjubkan terkait sedekah. Aku tidak akan mengulasnya
lagi. Just do it!
Di
buku ini juga dipaparkan mengenai kepatuhan seorang hamba dengan berqurban,
tentang misteri jodoh dan menikah muda, ajakan menjadi entrepreneur, emansipasi
wanita, adversity quotient (kecerdasan yang berkaitan dengan ketahanan
seseorang terhadap ujian) dan masih banyak lagi yang semuanya sangat bermanfaat
bagi pembacanya. Penulis memaparkannya dengan bahasa ringan yang mudah
dimengerti, kadang berisi guyonan yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, kadang
juga berasa #makjleb langsung kena. Hehehe
There is no growth in comfort
zone and there is no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to grow. –Assad-
Ayo
terus membaca!
Join bookliciousclub.blogspot.com membaca makin asik!
Join bookliciousclub.blogspot.com membaca makin asik!
@indaaja
Friday, February 28, 2014
Akhir Pekanku
Ini cerita akhir pekanku kemarin (22-23 Februari 2014), baru sempat di posting ^_^
Kadang-kadang weekend di rumah aja itu lebih bermanfaat dan lebih membuatku bersemangat, karena aku bisa menyalurkan energiku untuk mendongkrak kreativitas, menyalurkan hobi. Kemarin itu de Andra bersikeras minta dibelikan bando cantik yang ada rumbainya di belakang, seperti mahkota pengantin bergaya Eropa yang harganya tak masuk akal mahalnya bagiku. Akhirnya keluar ajian rayuan ke de Andra supaya beralih dari benda tersebut, dengan kesepakatan aku akan membuatkan bando seperti itu besok (hari Sabtu) di rumah. Alhamdulillah berhasil. (fotonya menyusul yaa.. bocahnya lagi susah difoto)
Selanjutnyaah...
Hari minggunya daripada mati gaya aku bongkar-bongkar lemari bahan. Aku punya lemari kecil khusus buat menyimpan bahan-bahan. Munculnya ide design bisa muncul tiba-tiba atau bisa distimulasi dengan menggelar bahan-bahan yang sudah ada. Nah, pada saat bongkar-bongkar itu aku menemukan batik lucu pemberian temen-temen. Batik Bali dan Batik Jogja.
Batik Jogjanya langsung berhasil jadi potongan-potongan kain dan sudah siap untuk dijahit. Belum ada sketsa design bajunya, tapi sudah dipotong-potong, bahkan sudah dapat jodoh kombinasi kain lurik yang unik. (karena sketsa belum dibuat, foto design dan foto jadinya menyusul juga yah. Banyak pe-er deh jadinya) Yah begitulah. Sesuatu yang tidak berurutan itu bagiku lebih menyenangkan.
Tapi Batik Bali-nyaaa... Dapat inspirasi design cardigan sleeveless yang longgar dengan detail capuchon. Ini dia sketsa design-nya.
Truuuss... jadinya seperti di foto ini. Taraaaaa.....
Ga berani komentar hasil karya sendiri.. Silakan yang mau komentar langsung maupun tak langsung, serial maupun paralel terserah... ^_^
@indaaja
@IDnumee
Kadang-kadang weekend di rumah aja itu lebih bermanfaat dan lebih membuatku bersemangat, karena aku bisa menyalurkan energiku untuk mendongkrak kreativitas, menyalurkan hobi. Kemarin itu de Andra bersikeras minta dibelikan bando cantik yang ada rumbainya di belakang, seperti mahkota pengantin bergaya Eropa yang harganya tak masuk akal mahalnya bagiku. Akhirnya keluar ajian rayuan ke de Andra supaya beralih dari benda tersebut, dengan kesepakatan aku akan membuatkan bando seperti itu besok (hari Sabtu) di rumah. Alhamdulillah berhasil. (fotonya menyusul yaa.. bocahnya lagi susah difoto)
Selanjutnyaah...
Hari minggunya daripada mati gaya aku bongkar-bongkar lemari bahan. Aku punya lemari kecil khusus buat menyimpan bahan-bahan. Munculnya ide design bisa muncul tiba-tiba atau bisa distimulasi dengan menggelar bahan-bahan yang sudah ada. Nah, pada saat bongkar-bongkar itu aku menemukan batik lucu pemberian temen-temen. Batik Bali dan Batik Jogja.
Ini Batik Bali-nya
(Foto-fotonya bisa diklik untuk memperbesar)
Ini Batik yang dari Jogja
Batik Jogjanya langsung berhasil jadi potongan-potongan kain dan sudah siap untuk dijahit. Belum ada sketsa design bajunya, tapi sudah dipotong-potong, bahkan sudah dapat jodoh kombinasi kain lurik yang unik. (karena sketsa belum dibuat, foto design dan foto jadinya menyusul juga yah. Banyak pe-er deh jadinya) Yah begitulah. Sesuatu yang tidak berurutan itu bagiku lebih menyenangkan.
Tapi Batik Bali-nyaaa... Dapat inspirasi design cardigan sleeveless yang longgar dengan detail capuchon. Ini dia sketsa design-nya.
Truuuss... jadinya seperti di foto ini. Taraaaaa.....
Ga berani komentar hasil karya sendiri.. Silakan yang mau komentar langsung maupun tak langsung, serial maupun paralel terserah... ^_^
@indaaja
@IDnumee
Review Buku: Brida
Review novel : Brida
Penulis :
Paulo Coelho
Penerbit : PT
Gramedia Pustaka Utama
Pada awal saya mau memulai baca novel “Brida” ini, sejenak
saya tertegun melihat covernya. Tiba-tiba saya teringat suatu ketika saya
sedang… #ahsudahlah (…sedang kreatif heheh), saya pernah membuat sketch seorang
wanita yang menghadap ke belakang seolah membelakangi yang melihat dan menatap
lurus ke depan ke tempat yang ia tuju. Posisi dan “ide”nya sama dengan cover
novel ini. Check this out!
Novel ini sudah saya beli sejak lama, namun baru disempatkan
membacanya minggu ini. Seperti judulnya, novel ini bercerita tentang perjalanan
kehidupan seorang wanita bernama Brida, berusia 20 tahun, mahasiswi dan
pekerja. Brida berusaha mencari Guru untuk menemukan dan mengasah Bakat-nya
sebagai seorang penyihir, ilmu yang menghubungkan antara dunia kasat mata dengan yang tak kasat mata.
Dalam pencariannya dengan sengaja dia mendatangi seorang
Guru yang tinggal menyendiri di tengah hutan. Guru itu bernama Magus dan
darinya Brida belajar tentang Tradisi Matahari, menaklukkan Malam Kelam, tentang
keberanian. Magus mengajarinya bukan dengan cara ceramah atau bercerita, tapi
dengan mengalaminya sendiri. Pesan Magus pada Brida bahwa ketika ia sudah
menemukan jalannya, Brida tidak boleh takut, Brida harus berani untuk melakukan
kesalahan, berani menghadapi kekecewaan, kekalahan dan keputusasaan. Dan Brida
harus berani melanjutkan perjalanannya meskipun dia akan menemui semua perasaan
tersebut.
Setelah berhasil menumbuhkan keberanian yang diajarkan oleh
Magus, Brida pergi ke sebuah toko buku bertema okultisme, yang tak pernah
mengiklankan tokonya di media manapun, namun orang-orang berdatangan karena
rekomendasi dari orang lain. Dan kedatangan Brida tak begitu dihiraukan oleh
pemilik toko yang sedang sibuk dan segera berubah menjadi baik ketika Brida menghampiri
dan bercerita kepadanya bahwa dia telah diterima menjadi murid Magus. Bahkan
pemilik toko itu merekomendasikan sebuah nomor telpon untuk dihubungi, nomor
Wicca, yang menjadi Guru bagi Brida selanjutnya.
Sama seperti Magus, Wicca juga tak banyak bicara ketika
memberikan ‘ilmu’nya. Brida harus mengalaminya sendiri, mempraktekkannya
langsung, rutin setiap hari, hingga sampai pada suatu titik dia mengerti apa
yang diajarkan. Wicca mengajarkan Tradisi Bulan dan Brida merasa lebih cocok
dengan ilmu yang diajarkan Wicca, dan dia mendalaminya. Meskipun, entah kenapa,
ketika dia merasa kesulitan atau apapun, dia selalu kembali pergi ke Magus dan
menjadi tenang kembali setelah bertemu dengannya.
Sejalan dengan bertambahnya ilmu yang dikuasai Brida, akhirnya
dia bisa melihat cahaya di pundak kiri Pasangan Jiwa-nya, dia adalah Magus.
Magus sudah mengetahuinya sejak pertama mereka bertemu, namun membiarkan Brida
mempelajari dan mengalaminya sendiri. Ketika Brida tau bahwa ternyata Magus
adalah Pasangan Jiwa-nya, dia sudah memiliki seorang kekasih bernama Lorens.
Pada akhir cerita, Brida berhasil mencapai malam inisiasi
atau ‘penobatan’ dirinya sebagai seorang ahli sihir Tradisi Bulan dan memilih
hidup bersama Lorens yang sangat mencintai dan dicintainya.
Novel ini sarat akan pelajaran kehidupan yang dikiaskan dengan
cerita fiksi yang menarik. Paulo Coelho selalu bisa membuat pembacanya memiliki
“film” sendiri ketika membaca kisah yang diceritakan di buku-bukunya. Dan dia
menghormati “film-film” pembacanya dengan tidak pernah menerima tawaran untuk
mem-film-kan novelnya.
Happy reading,
@indaaja
bookliciousclub.blogspot.com
Saturday, February 15, 2014
Review Buku: Womanology
Penulis: Yuswohady,
Dyah Hasto Palupi dan
Teguh Sri Pambudi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Womanology, secara bahasa berarti ilmu pengetahuan tentang wanita. Mengapa saya tertarik padahal saya sendiri seorang wanita? Bukaaan… sama sekali bukan karena saya sudah berubah orientasi menjadi pencinta wanita. Saya masih normal. Hehehe. Judul utamanya sangat menarik, judul selanjutnya tak kalah menarik: “The Art of Marketing to Woman”. Saking saya tertariknya, saya langsung menawar buku ini dengan harga paling tinggi di antara penawar yg lain di sebuah "Garage Sale for Charity" yang digelar RUMI untuk para korban banjir. Selain niat mau bantu, saya ga mau repot nyari-nyari buku ini lagi di luar sana. Udah di depan mata, ambil aja.
Pembelian buku ini terkait dengan usaha saya untuk merintis brand saya sendiri “numee”. (Tentang numee nanti saya ceritakan terpisah di blog ini). Saya harus banyak belajar marketing, terutama pada wanita (ini juga mengandung banyak alasan, namun ini tentang Womanology, bukan tentang saya atau numee ^^). Sesuai dengan isi buku Womanology, memberikan banyak ilmu tentang strategi pemasaran kepada wanita, yang sebenarnya bisa juga diterapkan untuk segmen pria, untuk siapa saja.
Buku ini lahir dari hasil riset panjang dan mendalam selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh para penulis untuk menggali berbagai marketing wisdom dari perusahaan besar Martha Tilaar Group (MTG) yang telah menelan pahit manisnya mengelola merk-merk yang dilahirkannya. Tak tanggung-tanggung, MTG sudah memiliki pengalaman selama 40 tahun mengelola merk-merknya, yang sudah pasti sarat dengan ilmu dan strategi menarik yang bisa kita ambil.
Dari hasil riset tersebut para penulis merumuskannya menjadi 5 unsur dasar Womanology, yang dibuat menjadi sebuah model yang disebut “The Diamond Model of Womanology”. Seperti sudut-sudut sebuah diamond yang ada 5, Womanology memiliki 5 unsur, yaitu connection, care, value, emphaty dan trust. 5 unsur inilah kunci yang harus diperhatikan untuk menaklukkan dan memenangkan hati wanita. (Semoga saya ga salah menerapkan… hahaha)
Secara singkat 5 elemen kunci “The Diamond of Womanology” jika diuraikan, seperti ini:
- Connection: bangun hubungan emotional yang tulus. Bangun hubungan brand dengannya dan hubungkan dia dengan yang lainnya, sesama pecinta brand kita. Wanita memilih sebuah brand untuk membentuk emotional connection dengan brand tersebut. Wanita memilih karena menyukai brand-nya, menemukan “kesamaan” dan dapat meng-koneksikan dirinya dengan brand tersebut.
- Care: wanita suka diperhatikan, wanita suka didengarkan, wanita suka dimengerti. Pria juga. Siapa yang tidak? Jadi ini memang jurus ampuh strategi pemasaran kepada siapapun.
- Value: wanita adalah customer yang sangat value-oriented. Dia sangat memperhatikan nilai apa yang bisa diperoleh dari membeli sebuah produk dan bersamaan itu juga dia memikirkan seberapa besar dia bayar, seberapa banyak yang dia dapat. Tak hanya kegunaan produk, tapi produk itu harus memiliki benefit lebih supaya terus menjadi pilihan wanita.
- Empathy: sebagai suatu bentuk kelebihan wanita, brand bisa menunjukkan empati terhadapnya akan jadi pemenang hatinya. Di sinilah kreatifitas dan kepekaan suatu brand ditantang untuk tak hanya memikirkan profit, tapi juga untuk berempati terhadap wanita, terhadap masyarakat sekitarnya atau seluas-luasnya.
- Trust: ini adalah elemen terpenting dalam pemasaran ke wanita. Karena tanpa kepercayaan yang melandasi customer wanita mau membeli dan menjalin relationship dengan brand kita. Bangun kepercayaan dengan memberikan apa yang telah dijanjikan, walk the talk dan never over promise. Karena sekali kepercayaan wanita terhadap brand kita terkoyak, hampir mustahil membuatnya percaya lagi.
Buku setebal 396 halaman itu selain telah mempermudah kita menemukan kunci penting pelajaran berharga dari perjalanan panjang MTG dengan “The Diamond of Womanology”-nya, di sana juga dijelaskan secara rinci banyak pelajaran berharga dari MTG dalam strategi-strategi pemasaran. Bagaimana MTG tidak hanya survive di kala krisis tapi malah makin bercahaya, bagaimana kepekaan MTG dalam mengambil peluang, bagaimana MTG tidak hanya melulu memikirkan profit tapi juga sekaligus memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang, dan masih buaanyak lagi. Gak bakalan rugi membacanya untuk membangun brand kita, apa pun jenis brand-nya.. ^_^
Join us on BookliciousClub.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)














